Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Oleh-Oleh Khas Bireuen


Oleh-Oleh Khas Bireuen

Oleh-Oleh Khas Bireuen - Bireuen adalah sebuah kota kecil yang secara geografis terletak pada 04°54 - 05°21 LU dan 96°20 - 97°21 BT. Kabupaten Bireuen terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue (Lembar Negara Tahun 2000 Nomor 75, Tambahan Lembar Negara Nomor 3963). Luas Kabupaten Bireuen adalah 194,864 km2. Kabupaten ini terletak diantara 3 Kabupaten yaitu, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bener Meriah atau disebut juga daerah segita emas (Dr. Amiruddin).

Jika berkunjung ke Kabupaten Bireuen, jangan lupa makan dan membawa oleh-oleh khas Bireuen untuk keluarga dan teman di rumah. Ada beberapa oleh-oleh khas Bireuen yang dapat anda coba cicipi dan dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang.

1. Sate Matang

Sate adalah termasuk makanan yang paling banyak penggemarnya. Hampir semua orang pernah mencicipi kuliner yang berbahan dasar daging ini. Daging yang ditusuk di lidi atau bambu ini merupakan makanan yang sangat populer di Nusantara. Indonesia yang kaya akan suku, tradisi, dan cara memasak telah melahirkan berbagai jenis sate, di antaranya sate Padang, sate Madura, dan berbagai sate lainnya. Nah, di Aceh juga terdapat kuliner sate yang tidak kalah enak dengan sate dari daerah lain. Namanya Sate Matang, kenapa dinamakan Sate Matang ? jawabannya ialah karena asal Sate ini berasal dari Kota Matangglumpangdua, seperti kebanyakan sate yang ada di Indonesia, Sate Matang juga mempunyai ciri khas yang sama dengan sate lainnya yaitu sama-sama memakai daging lembu atau kambing sebagai bahan utamanya.

Sate matang ini disajikan dengan kuah kaldu kambing yang khas dengan taburan daun bawangnya di dalamnya dan kuah kacang yang dicampur dengan rempah-rempah. Sehingga mengeluarkan aroma yang sangat khas. 
Sate Matang ini termasuk makanan malam karena kebanyakan masyarakat Aceh menjualnya di malam hari walau ada juga pedangang yang menjualnya di siang hari. Sate matang ini mudah di jumpai di beberapa daerah di Aceh, baik di Banda Aceh, Bireuen, Lhokseumawe hingga Langsa.

2. Keripik 

Keripik Pisang merupakan salah satu oleh-oleh khas Bireuen, karena di setiap pasar-pasar besar yang ada di Bireuen mudah ditemukan penjual yang menjual Keripik Pisang. Di Bireuen juga banyak jenis-jenis keripik selain keripik pisang, salah satu diantaranya ialah keripik sukun dan keripik ubi, keripik ubi mempunyai pilihan rasa, rasa jagung dan keripik ubi pedas. Rata-rata harga keripik dijual dengan harga perkilogramnya seharga Rp. 60.000.

3. Nagasari

Selain Bireuen terkenal dengan keripik pisang dan keripik sukunnya, Bireuen juga dikenal dengan makanan Nagasari yang memiliki cita rasa yang begitu khas, panganan ini dibungkus dengan daun pisang dengan rasa legit dan kenyal. Panganan ini banyak dibicarakan orang, terutama bagi tamu-tamu dari luar kota Bireuen yang singgah atau yang melewati kota Bireuen. 

Untuk mendapatkan panganan ini, dapat dibeli didaerah Terminal kota Bireuen, banyak para pedagang yang menjajakan makanan ini dan makanan lainnya seperti kerupuk ubi, pisang, sukun dan pisang sale. Nagasari ini dijual dengan harga yang terjangkau, biasanya dijual dengan kemasan kotak, mulai dari isi yang 10, isi 20, isi 15 dan isi 30. Nagasari dijual kisaran harga Rp15 ribu, Rp20 ribu, Rp25 ribu hingga Rp36 ribu perkotaknya. 

4. Rujak Manis Kutablang 

Salah satu kecamatan yang ada di Bireuen yaitu Kutablang juga memiliki makanan khas namanya Rujak Manis, Rujak Manis terbuat dari campuran buah-buah segar seperti, timun, sawoh, dan lain-lain. Dengan sedikit sentuhan resep menjadikan rujak ini memiliki rasa manis, sedikit pedas yang menambah citra rasa rujak ini menjadi unik dan segar.

Rujak Manis Kutablang sudah tersebar di beberapa tempat di Aceh, tapi jika ingin mencoba Rujak Manis dari tempat asalnya, silakan datang ke Kutablang, di sana dapat ditemukan beberapa kios yang menjual Rujak Manis Kutablang yang letaknya tidak jauh dari Jembatan Kutablang.

5. Bakso Gatok Kutablang 

Tak hanya memiliki Rujak Manis Kutablang, Kutablang juga mempunyai makanan khas lainnya yakni Bakso Gatok Kutablang. Bakso ini sebenarnya sama dengan bakso-bakso pada umumnya yang sering kita makan. Namun yang membuat beda bakso ini dikarenakan  ditambahkannya sum- sum tulang lembu serta lemak bercampur daging ke dalam kuah bakso.

Cara makannya  juga unik,  tidak cukup dengan garpu dan sendok, tapi perlu pipet untuk menghirup cairan sum- sum yang terletak di bagian dalam tulang. Bakso ini banyak di jual di pusat pasar Kutablang, silakan singgah jika kawan-kawan singgah ke Kutablang dan melintasi kawasan Kutablang.

6. Mie Kocok

Mie Kocok menjadi salah satu makanan khas Bireuen dan cocok dijadikan oleh-oleh khas Bireuen. Banyak penumpang Bus umum jurusan Medan-Banda Aceh, Banda Aceh – Medan menyempatkan waktu untuk sekedar menikmati sepiring Mie Kocok yang di jual di pusat pasar Kecamatan Geurugok Bireuen. Jika pembeli  lagi ramai, pemilik warung mie ini bisa menghabiskan 100 kg mie kuning untuk memenuhi permintaan konsumen.

 7. Mie Pangsit Bireuen 

Mie Pangsit Bireuen. Dari namanya, dapat dibayangkan kuliner satu ini berasal dari Cina. Sekitar 40 tahun lalu, Mie Pangsit ini hanya dapat didapatkan di sebuah warung milik warga keturunan Cina, di Jalan Mawar yang betepatan di depan Kantor Telkom Bireuen. Hingga kini, rumah toko berlantai tiga itu masih menyajikan makanan dimaksud. 

Awalnya hanya beberapa kalangan saja yang menyukai Mie Pangsit untuk sarapan pagi hari, lambat laun makanan ini menjadi makanan tambahan masyarakat Bireuen pada sore maupun malam hari. Sekarang penjual Mie Pangsit tidak hanya dari kalangan warga cina saja, melainkan penduduk asli Bireuen sudah banyak berbisnis kuliner ini, mudah untuk mendapatkan kuliner ini diberbagai sudut Kota Bireuen, baik di warung kopi, ataupun warung yang khusus menjual Mie Pangsit ini, salah satunya di kawasan Meunasah Blang Kecamatan Kota Juang, di warung ini memang khusus menjual Mie Pangsit dari sore hari sampai malam hari dengan harga yang relatif terjangkau yaitu 5 ribu saja. 

Mie Pangsit Khas Bireuen ini tidak sepenuhnya mengadopsi resep dari warga Tionghua. Kuliner ini sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan lidah penduduk lokal sehingga melahirkan rasa baru yang di sebut Mie Pangsit Bireuen.

Nah sekian dulu infonya mengenai oleh-oleh khas Bireuen, sebenarnya mungkin masih banyak di luar sana yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Bireuen, kawan-kawan bisa berkomentar di bawah postingan ini, jika yang mempunyai informasi mengenai oleh-oleh khas Bireuen, hitung-hitung sebagai tambahan referensi untuk para pembaca yang sedang mencari oleh-oleh khas Bireuen, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.







1 comment for "Oleh-Oleh Khas Bireuen"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Post a Comment